-
Referensi
- Reynolds RV, Yeung H, Cheng CE, Cook-Bolden F, Desai SR, Druby KM, Freeman EE, Keri JE, Stein Gold LF, Tan JKL, Tollefson MM, Weiss JS, Wu PA, Zaenglein AL, Han JM, Barbieri JS. Guidelines of Care for the Management of Acne Vulgaris. Journal of the American Academy of Dermatology. 2024;90(2):345–380.
- Zaenglein AL, Pathy AL, Schlosser BJ, et al. Guidelines of Care for the Management of Acne Vulgaris. J Am Acad Dermatol. 2016;74(5):945-973. doi:10.1016/j.jaad.2015.12.037
- Del Rosso JQ, Zeichner JA. The Clinical Relevance of Maintaining the Skin Barrier in Patients with Acne Vulgaris. J Clin Aesthet Dermatol. 2016;9(9):25–32.
- Purnamawati S, Indrastuti N, Danarti R, Saefudin T. The Role of Moisturizers in Addressing Various Kinds of Dermatitis: A Review. Clin Med Res. 2017;15(3–4):75–87. doi:10.3121/cmr.2017.1363
- Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). (2023). Panduan Tata Laksana Jerawat di Indonesia. Jakarta: PERDOSKI.
- American Academy of Dermatology. (2024). Acne: Overview and Treatment. https://www.aad.org/public/diseases/acne
Kenali Jenis dan Penyebab Jerawat di Wajah Anda
Menurut Guidelines of Care for the Management of Acne Vulgaris yang diterbitkan oleh American Academy of Dermatology (AAD), jerawat atau acne vulgaris disebabkan oleh empat faktor utama, yaitu peningkatan produksi sebum, penebalan sel kulit folikel (hiperkeratinisasi), pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes, dan proses peradangan.[1][6]
Baca juga: Wajah Berminyak: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Rekomendasi Pembersih Wajah Terbaik
Jenis-Jenis Jerawat
- Komedonal: berupa whitehead dan blackhead, biasanya tidak meradang.
- Papulopustular: dikenal sebagai jerawat meradang, tampak kemerahan, bengkak, dan terkadang terasa nyeri.
- Nodulokistik: jenis jerawat berat yang dapat meninggalkan bekas luka atau jaringan parut.
Penyebab dan Pemicu Jerawat
Selain faktor genetik, jerawat juga dapat dipicu oleh:
- Perubahan hormon, seperti saat pubertas, menstruasi, atau kondisi seperti PCOS.
- Penggunaan kosmetik komedogenik yang menyumbat pori-pori.
- Stres dan pola makan tinggi gula atau lemak jenuh.
- Kebersihan kulit yang kurang terjaga dan sering menyentuh wajah.
Pemahaman penyebab jerawat membantu Anda menentukan strategi cara mengempeskan jerawat dan mencegahnya kambuh di kemudian hari.
Baca juga: Ini Lho Ciri-Ciri Skin barrier Rusak yang Wajib Diketahui
Kandungan Skincare yang Efektif untuk Cara Mengatasi Jerawat
AAD merekomendasikan penggunaan bahan aktif tertentu untuk mengatasi jerawat sesuai tingkat keparahannya.[2][6] Berikut beberapa bahan yang telah terbukti efektif secara dermatologis dan banyak digunakan oleh dokter kulit di Indonesia:
1.Asam Salisilat (Salicylic Acid)
Asam salisilat atau Salicylic Acid adalah BHA yang menembus pori-pori untuk mengangkat sel kulit mati dan mencegah penyumbatan. Kandungan ini juga memiliki efek anti-inflamasi yang membantu mengempeskan jerawat dan menenangkan jerawat meradang.[3]
2.Retinoid Topikal
Retinoid membantu mempercepat regenerasi sel kulit dan mencegah pembentukan komedo baru. Dokter kulit sering meresepkan retinoid sebagai obat jerawat untuk kasus ringan hingga sedang karena efeknya yang komprehensif terhadap penyumbatan pori dan peradangan.[5]
3. Benzoyl Peroxide
Bahan ini efektif membunuh Cutibacterium acnes dan mencegah resistensi antibiotik topikal. Ideal digunakan untuk jerawat papulopustular atau jerawat meradang yang sulit hilang.[2]
4. Niacinamide (Vitamin B3)
Niacinamide dikenal mampu menenangkan kulit yang meradang, mengurangi produksi minyak berlebih, dan memperkuat skin barrier.[4] Karena efeknya yang lembut, bahan ini aman digunakan bersama bahan aktif lainnya dan cocok untuk kulit berjerawat.
5. Ceramide dan Pelembap Non-Komedogenik
Perawatan cara mengatasi jerawat sering kali membuat kulit kering. Karena itu, pelembap dengan ceramide penting untuk menjaga kelembapan kulit, memperbaiki fungsi pelindung kulit, dan mencegah iritasi.[4]
Hal yang Perlu Dihindari Saat Kulit Sedang Berjerawat
Ketika jerawat sedang aktif, langkah pencegahan dan perawatan sama pentingnya. Berikut beberapa hal yang sebaiknya Anda hindari:
- Memencet jerawat. Tindakan ini dapat memperdalam peradangan dan menimbulkan bekas luka.[2]
- Menggunakan terlalu banyak produk aktif sekaligus. Kombinasi bahan kuat seperti retinoid, AHA, dan BHA tanpa pengawasan dokter dapat mengiritasi kulit.
- Produk berat dan berminyak. Pilih produk berlabel non-comedogenic agar tidak menyumbat pori-pori.
- Tidak mencuci wajah dengan benar. Gunakan pembersih wajah yang lembut dua kali sehari untuk menjaga kebersihan tanpa mengganggu keseimbangan alami kulit.
- Lupa memakai sunscreen. Paparan UV dapat memperburuk hiperpigmentasi dan memperlambat penyembuhan jerawat.
Rekomendasi Skincare CeraVe untuk Mengatasi Jerawat
Jika Anda mencari obat jerawat yang aman dan efektif, CeraVe Blemish Control Gel bisa menjadi pilihan utama.
Blemish Control Gel .webp
Produk ini mengandung AHA dan BHA yang bekerja efektif untuk eksfoliasi lembut, membantu membuka pori tersumbat, serta mengempeskan jerawat tanpa membuat kulit terasa kering. Formula dengan ceramide, niacinamide, dan salicylic acid membantu memperkuat skin barrier serta menenangkan kulit yang sedang meradang.
Gunakan secara rutin setelah menggunakan pembersih wajah non-komedogenik dari CeraVe dan sebelum pelembap untuk hasil yang optimal.
Dapatkan berbagai produk CeraVe sebagai cara mengatasi jerawat di Official Store CeraVe Indonesia (Watsons dan Guardian) serta di berbagai platform marketplace ternama seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada