-
Referensi
- Sibero H.T., Sirajudin A., Anggraini D.I. Prevalensi dan Gambaran Epidemiologi Akne Vulgaris di Provinsi Lampung. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung. 2024; 3(2):308–312. doi:10.23960/jkunila.v3i2.pp308-312.
- Asrinda I., Rahayu S., Sari D.P. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Acne Vulgaris pada Remaja. Jurnal Kesehatan Tambusai. 2023; 6(3):49371–49380. doi:10.31004/jkt.v6i3.49371.
- Popa C.M., Zainea V., Popa S.L., Munteanu L.S., Boda D., Popa M. Adult Female Acne: Recent Advances in Pathophysiology and Therapeutic Approaches. Cosmetics. 2024; 11(3):74. doi:10.3390/cosmetics11030074.
- Jemec G.B.E. A Comprehensive Bibliographic Review Concerning the Efficacy of Organic Acids for Chemical Peels Treating Acne Vulgaris. Journal of Dermatology & Cosmetic Research (PMC). 2023; 51(12):e12932. doi:10.1016/j.jdcr.2023.10.027.
- Tempark T., Shem A., Lueangarun S. Efficacy of Ceramides and Niacinamide-Containing Moisturizer Versus Hydrophilic Cream in Combination with Topical Anti-Acne Treatment in Mild to Moderate Acne Vulgaris: A Split Face, Double-Blinded, Randomized Controlled Trial. Journal of Cosmetic Dermatology. 2024; 23(5):1758–1765. doi:10.1111/jocd.16212.
- Draelos Z.D., Thiboutot D., Gollnick H., Bettoli V., Layton A., Tan J. Ceramide-Containing Adjunctive Skin Care for Skin Barrier Restoration During Acne Vulgaris Treatment. Journal of Drugs in Dermatology. 2023; 22(6):554–558. doi:10.36849/JDD.7349.
- Dewi K., Wahyuningrum S., Amalia L. Efficacy of Topical Niacinamide on Skin Hydration of A. Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine and Translational Research. 2024; 8(6):1078. doi:10.37275/bsm.v8i6.1078.
- Permatasari N.J., Sukmawati T.T. Efektivitas Niacinamide Topikal terhadap Hidrasi Kulit pada Individu dengan Acne Vulgaris: Studi Quasi-Eksperimental di Jakarta. Malahayati Nursing Journal. 2024; 6(12):59–66. doi:10.33024/mnj.v6i12.9865.
Apa Itu Jerawat Batu?
- Produksi sebum berlebih,
- Hiperkeratinisasi folikel (penumpukan sel kulit mati),
- Peningkatan pesat atau proliferasi bakteri Cutibacterium acnes, dan
- Respons inflamasi dari tubuh.[²]
Ketika dinding folikel pecah akibat peradangan, isinya (bakteri, keratin, dan lipid pro-inflamasi) menyebar ke jaringan sekitar dan memicu terbentuknya nodul serta kista yang terasa nyeri.[²]
Penyebab Jerawat Batu
Jerawat batu disebabkan oleh kombinasi faktor hormonal, genetik, dan lingkungan. Beberapa faktor utama antara lain:
- Perubahan hormon (androgen): Hormon ini meningkatkan aktivitas kelenjar sebasea sehingga produksi sebum berlebih dan pori-pori tersumbat.[3]
- Faktor genetik: Risiko jerawat parah dapat mencapai hingga 80% bila terdapat riwayat keluarga dengan jerawat batu.[3]
- Abnormalitas keratinisasi: Penumpukan sel kulit mati di dalam pori memicu terbentuknya mikrokomedo.[2]
- Gaya hidup dan lingkungan: Konsumsi makanan berindeks glikemik tinggi, produk susu, stres, serta penggunaan kosmetik komedogenik dapat memperburuk jerawat.[2]
Di Indonesia, penelitian menemukan bahwa 60–85% remaja mengalami acne vulgaris termasuk jenis jerawat batu.[1] Faktor kebersihan wajah, stres, dan penggunaan kosmetik berperan signifikan dalam memperparah kondisi kulit.[²]
Baca juga: Begini 7 Cara Mengatasi Wajah Berminyak
Tips & Cara Menghilangkan Jerawat Batu
Walaupun jerawat batu sering memerlukan terapi medis (retinoid, antibiotik, atau terapi hormonal), langkah perawatan mandiri berikut dapat membantu meredakan peradangan dan mencegah flare-up baru.[⁵]
1. Pembersihan Kulit yang Lembut
Banyak penelitian menyarankan agar pembersihan wajah dilakukan dua kali sehari menggunakan pembersih wajah yang lembut, non-komedogenik, pH mendekati netral atau sedikit asam (sekitar pH 5–6). Hindari sabun keras, scrub fisik kasar, atau pembersih kuat yang dapat menyebabkan iritasi, merusak skin barrier, dan memperburuk peradangan.[²]
2. Jangan Pencet atau Korek Jerawat
Hindari memencet mengorek, atau menekan jerawat batu. Hal ini dapat mendorong bakteri, isi folikel (sebum, keratin), dan peradangan ke lapisan kulit lebih dalam, memperparah kondisi, dan meningkatkan risiko jaringan parut atau hiperpigmentasi pasca-inflamasi.[²]
3. Eksfoliasi Kimiawi yang Tepat
Eksfoliasi kimiawi adalah proses penggunaan bahan aktif (terutama AHA dan BHA) untuk membantu melarutkan ikatan antar sel kulit mati, membuka sumbatan folikel, dan mempercepat pergantian sel kulit. Namun, pada jerawat batu yang meradang, eksfoliasi harus lebih hati-hati agar tidak memicu iritasi atau peradangan baru. Berikut adalah contoh dua bahan aktif untuk eksfoliasi kimia:
- BHA (Asam Salisilat) bekerja menembus minyak di dalam pori dan membersihkan sumbatan.[⁴]
- AHA (Asam Glikolat & Laktat) bekerja di permukaan kulit untuk meningkatkan hidrasi dan regenerasi sel.[⁴]
Catatan penting: ketika mulai menggunakan BHA atau AHA, kulit mungkin mengalami purging (reaksi awal dengan munculnya lebih banyak jerawat sementara) sebelum membaik. Mulai dengan konsentrasi rendah dan frekuensi terbatas, lalu naikkan perlahan sesuai toleransi kulit.
4. Jaga Skin Barrier dengan Ceramide & Niacinamide
Biasanya, orang yang memiliki jerawat batu memiliki kulit berminyak dan akhirnya menggunakan skincare untuk kulit berminyak yang cenderung bersifat kering. Belum lagi kandungan retinoid, benzoyl peroxide, atau eksfolian dalam perawatan jerawat yang sering membuat kulit menjadi kering dan iritasi. Untuk itu, menjaga barrier kulit ketika sedang menggunakan bahan-bahan tersebut sangatlah penting.
Studi menunjukkan bahwa penggunaan pelembap yang mengandung ceramide dan niacinamide dapat membantu memperbaiki fungsi barrier, mengurangi iritasi, dan meningkatkan kenyamanan kulit selama terapi jerawat.[5][⁸] Niacinamide sendiri juga diketahui memiliki efek anti-inflamasi, membantu mengurangi produksi sebum, dan meningkatkan sintesis ceramide di keratinosit, yang semuanya relevan dalam perawatan jerawat.[⁷]
Baca juga: Mitos, Fakta, dan Rekomendasi Moisturizing untuk Kulit Berjerawat
5. Gunakan Sunscreen Setiap Hari
Paparan sinar UV bisa memperburuk inflamasi dan menyebabkan hiperpigmentasi pasca-inflamasi. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memakai sunscreen spektrum luas (broad-spectrum), oil-free dan non-komedogenik setiap hari terutama jika Anda menggunakan bahan aktif seperti retinoid atau AHA/BHA.
6. Konsultasikan ke Dokter Kulit untuk Penanganan yang Tepat
Jerawat batu tidak dapat disembuhkan hanya dengan perawatan mandiri di rumah. Karena peradangannya terjadi jauh di bawah permukaan kulit, sebagian besar kasus memerlukan penanganan medis langsung dari dokter kulit.
Dokter dapat meresepkan terapi yang disesuaikan dengan kondisi Anda, seperti:
- Antibiotik oral atau topikal untuk mengendalikan bakteri dan mengurangi inflamasi,
- Retinoid oral (seperti isotretinoin) untuk menghambat produksi sebum berlebih,
- Terapi hormonal bagi wanita yang mengalami jerawat terkait siklus menstruasi, atau
- Suntikan kortikosteroid untuk meredakan jerawat batu besar dan nyeri secara cepat.
Dengan pengawasan dokter, pengobatan jerawat batu menjadi lebih aman, efektif, dan dapat mencegah komplikasi seperti jaringan parut permanen.
7. Gunakan Spot Treatment Saat Flare-Up
Saat jerawat batu mulai terasa muncul, biasanya ditandai dengan rasa nyeri dan benjolan kecil di bawah kulit, Anda dapat menggunakan produk spot treatment untuk membantu menenangkan peradangan ringan dan mencegah jerawat makin besar.
CeraVe Blemish Control Gel: Solusi Instan Ketika Jerawat Muncul
Untuk membantu meredakan flare-up jerawat aktif atau ketika jerawat batu mulai muncul di permukaan kulit, CeraVe Blemish Control Gel dapat menjadi solusi instan yang aman dan efektif.
Produk ini diformulasikan bersama dermatologis dengan kombinasi bahan aktif yang menargetkan penyebab utama jerawat sekaligus menjaga kenyamanan kulit:
- AHA (Asam Glikolat & Laktat) dan BHA (Asam Salisilat) untuk membersihkan pori-pori dan menghaluskan tekstur kulit.[⁴]
- 3 Ceramide Esensial untuk memperkuat skin barrier yang terganggu akibat peradangan.[⁵][⁶]
- Niacinamide (Vitamin B3) untuk membantu menenangkan kulit dan mengontrol produksi sebum.[⁷][⁸]
Dengan formula bebas minyak dan tanpa alkohol pengering, CeraVe Blemish Control Gel dapat menjadi salah satu cara mengatasi jerawat batu ketika mulai terasa muncul ke permukaan. Formulanya dirancang untuk perawatan area berjerawat aktif atau sebagai spot treatment. Anda bisa mendapatkan produk CeraVe di Official Store CeraVe Indonesia, Watsons, Guardian dan di berbagai platform marketplace ternama seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada.